Urusan masak memasak pada umumnya
memang identik dengan wanita, namun adapula kondisi wanita belum
canggih dalam hal ini. Sebutlah Shohabiyah yang luar biasa,
Putri sahabat terbaik Rasulullah dan saudara istri Rasulullah salallahu’alaihi
wassalam, dialah Asma’ binti Abu bakar –radhiyallahuanha.
Diawal pernikahannya dengan Zubair
radhiyallahu’anhu (sahabat yang masuk 10 orang yang dijamin surga), harus
dimasakkan oleh tetangganya wanita-wanita anshor, karena beliau belum bisa masak. Tentu
beliau istri sholihah, termasuk wanita yang pertama masuk islam dan terkenal
dengan sebutan Pemilik Dua Ikat Pinggang.
Dari hal itu, memasak sebenarnya
bukan kriteria ideal seorang istri, kenapa?
Bukankah Asma’ binti Abu Bakar
seorang yang ideal?
Mungkin benar perkataan, kalau yang
kamu cari yang putih pinter masak, mungkin dia ukhty Miyako. :D
Tapi sebentar,
Di sisi lain ada sohabiyah yang luar
biasa pula, putri seorang Rasul. Dialah Fatimah binti Rasulillah. Belumkah
sampai kepadamu kisah yang masyur bahwa dalam mengurus rumahtangganya, masak
memasak tangan Fatimah Radhiyallahu’anha sampai menebal(Kapalan)?. Kisah ini
yang kemudian Rasulullah menemui Fatimah saat bersama Ali di tempat tidurnya.
Dan beliau salallahu’alaihiwassalam mengajari perihal yang lebih baik dari
seorang budak(yang diminta Fatimah untuk membantunya), yakni Ucapan sebelum
tidur tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali. (lihat hadist Ali,
riwayat Bukhori 5421, Muslim 2091)
dan tidak ada cacian pada keduanya.
Bahkan doa yang selalu mengiringinya, Rodhiyallahu’anhuma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar